November 6, 2013

Kamu Jelek?

Ide nulis topik pembicaraan blog kali ini adalah karena nggak berapa lama waktu lalu, aku sempet beberapa kali punya diskusi menarik tentang guyonan fisik. Entah itu sekedar candaan bilang jelek, atau menertawakan (maaf) kekurangan fisik orang. So I’ve come to a question, sebenarnya gimana sih definisi jelek?

Salah seorang temen di twitter sempet jawab pertanyaanku itu, “jelek = tidak enak diliat.” Okay..

Akan tetapi, kedewasaan menuntut kita berpikir lebih, hati nurani mengajak kita lebih berempati. A is not always A, it could be B or C based on the context, based on who we talk to, based on how we talk. Complicated world? Oh, not really.

So back to the topic..

Jadi gini, aku tuh masih nggak ngerti kenapa orang bisa jadiin keadaan fisik jadi candaan, we can't really choose our physical appearance, can we? Kan keadaan fisik kita itu datengnya dari Tuhan, ya kalo bisa milih sih aku juga pengen kayak Emma Watson ato minimal Asmirandah lah yaa. *ditabok* Tapi nggak, aku nggak pengen kayak mereka. Karena selain nggak mungkin, aku juga yakin kalo setiap orang pasti ada kekurangannya dan kita nggak akan pernah tau itu. I’m thankful enough to be me, cause what I have been through is what made who I am now. Heuheuheu.

Cakep jeleknya seseorang itu emang subjektif banget. Nggak melulu soal fisik. Apalagi kalo udah berhadapan sama orang yang otaknya negatif mulu, mau dandan sebagus apa juga bakal dibilang gak panteslah, jeleklah, ato apalah yang intinya bukan kata-kata yang membangun. Pfftt banget ya? Ato ada juga yang komen foto orang lain di fesbuk dan komen "Mukamu jelek banget!" pun itu posisinya bukan orang yang dikenal dekat. Kalo udah ketemu orang kayak gini, udah cuekin aja. Kesian pasti hidupnya.
 
Hmm, orang lain mungkin nggak tau ya, mungkin bagi mereka hanyalah sebuah candaan atau gurauan yang katanya nggak usah dianggap serius. Tapi mereka nggak akan pernah tau apa yang sebenarnya di dalam hati orang yang mereka becandain. Kalo berdasarkan yang aku baca di Huffinton Post, yeah, mean people will always do that. They just can't understand. They don't want to understand. Di negeri luar sono, udah banyak loh orang bunuh diri karena jadi korban bully. Bully sifatnya luas, nggak cuma berupa fisik, tapi bisa secara verbal atau bahkan hanya dengan tatapan. Pelaku nganggepnya becandaan, tapi si korban? Depresi.

Jadi inget, sempet juga nonton talkshow seorang artislupa siapa. Tapi intinya ngebahas tentang fans dan haters, apalagi yang suka komen di internet. Jadi si artis tuh cerita, sempet down juga baca komen seseorang di internet. Lah di sini aku mikir, ya iya sih yaa, artis kan juga manusa biasa kayak kita. Mereka boleh aja tenar dan harus siap nerima komen apapun soal mereka, tapi aku menempatkan diri bagaimana kalo aku jadi mereka? It sucks, duh. Komen negatif dan kritik sangat berbeda loh ya, there is a fine line between both.

Tau juga beberapa kumpulan cewek so-called a group of beauties, jadi kalo mereka duduk-duduk bareng itu cekikikan ngomenin fisik orang lain yang lewat. Oke, aku tau itu mungkin nggak mereka lakuin langsung di hadapan orang yang mereka maksud, aku juga tau mereka cuma becanda, tapi yang aku lebih tau adalah pelajaran pada diri sendiri bahwa mentertawakan fisik orang lain itu merendahkan diri sendiri.

Aku cukup tau lah ya, secara aku juga bertampang pas-pasan. Jadi aku kasih tau nih kalo ada orang yang bikin becandaan soal kamu fisik kamu, rasanya nggak enak. So stop it! Tapi.. hey, jangan disamain sama guyonan antar teman dekat loh ya. Karena sifatnya pertemanan itu absurd abis, becanda bisa kelewat batas. Tapi kita bisa mengerti karena saling mengenal dan mengerti satu sama lain, beda halnya kalo kita nerapin itu ke orang lain.

So, physical joke? Hahaha it is funny... NOT. Sekarang aku tanya, kamu jelek? Kalo menurutmu kamu nggak jelek, kalo ada orang bilang kamu jelek, marah nggak? Sakit hati nggak? Kalo pun kamu nggak ngerasa sakit hati, bagus deh. Tapi jangan dilakuin ke orang lain ya, ngingetin aja sih. Kalo menurut kamu ada orang yang gak kamu suka secara fisik, atau pun mungkin ini bisa jadi adalah iri yang tersembunyi, just please keep it to yourself. Diingetin juga jangan ngeyel.. :*

To sum it up, here my point, muggle: Ugly is not about physical appearance. It’s about how you treat yourself, it’s about how you interact with other people. 

Remember, joke is funny until it’s about you.


4 comments:

  1. setuju bangget..
    ketika kita mengejek seseorang scra fisik kita g akan pernah tau apa isi hati dy...
    meskipun tampangnya ktwa2 aja, pasti atinya semplet "JLEB"
    kunungi blog saya yaa...
    isinya curhatan hihi

    ReplyDelete
  2. Well made point. :)))
    what's your blog adress, babe?

    ReplyDelete
  3. Hihi setuju, beh. Apapun bentuknya yg namanya candaan fisik itu sama sekali ga lucu. Lagipula Tuhan tidak pernah salah menciptakan. Semuanya patut disyukuri.
    Visit my blog too indahrahman.blogspot.com
    thank you.. :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh.. sorry baru buka blog. Hahaha beneeer banget apa yang kamu bilang, intinya kita semua kudu jaga hati dan omongan lah ya. :)

      okay gonna visit and follow your blog.. :*

      Delete

winter night

making love in a winter night almost like an invitation to a far away dreamland looking at a pair of moonlight eyes swelling heart i feel