May 9, 2017

Setangkai Ilalang Terakhir

Setelah sarapan pagi bersama istri dan anak-anakku, aku membaca koran di ruang santai keluarga. Sesasaat kemudian, ada seseorang yang memencet bel pagar depan. Istriku yang duduk di sebelahku dengan sigap berdiri, tetapi kuhentikan memberi isyarat padanya untuk duduk lagi.
Dengan langkah gontai aku menuju ruang tamu dan membuka pintu. Segera kuhampiri sosok yang berdiri di balik pagar rumahku yang setengah terbuka. Dari dekat kulihat seorang pria tua yang kemungkinan berusia 70 tahunan dengan tahi lalat di dagunya membawa sebuah kardus persegi panjang berukuran sedang. Pria tua itu tersenyum ramah padaku.
“Bapak mencari siapa?” tanyaku dengan sopan.
“Benar ini rumah pak Adrian?” jawabnya masih dengan senyum ramah terhias di wajahnya. Entah kenapa senyum itu mengingatkanku pada seseorang di masa lalu.

winter night

making love in a winter night almost like an invitation to a far away dreamland looking at a pair of moonlight eyes swelling heart i feel