July 10, 2012

Pacar atau Teman?

"Many people walk in and out of your life,
but only true friends that leave footprints in your heart"

Teman, atau bisa disebut sahabat, adalah orang-orang yang selalu berada di sekitar kita. Bukan hanya secara fisik, tapi lebih ke arah kedekatan emosional. Mereka itu seperti malaikat tanpa sayap yang diutus oleh Tuhan dalam wujud manusia untuk menemani setiap langkah dalam hidup kita. Sahabat bagai saudara tanpa ikatan darah, laksana guru tanpa petuah-petuah sendu. 


Sebuah Perbedaan Sejuta Keindahan


Tibalah aku di sebuah bangsa
Entahlah,
Katanya sih, namanya Indonesia
Aku berhenti sejenak terpukau membahana
Terbentang alam begitu indah nan mempesona
Sekumpulan manusia beribadah di sebuah pura
Aku putuskan untuk pergi saja

Aku berlari
Aku tak terlalu nyaman dengan perbedaan agama
Setelah beberapa langkah
Aku kembali tertegun lama
Ada dua orang bertetangga
Satu berdialek lembut dan halus berirama
Satu lagi keras dan tinggi bergema
Hey, negara macam apa ini?
Bagaimana bisa perbedaan begitu terlihat rupa

Aku berlari
Berlari tanpa henti
Menerobos arak-arakan manusia
Berbusana bermacam-macam daerah
Mereka saling memeluk dan tertawa
Ada apa ini?
Mengapa mereka begitu mengenal satu sama lain?
Bukankah itu terlihat mengerikan?
Huhh!

Aku berlari lagi
Kali ini aku tak akan berhenti
Tapi toh aku lelah juga
Sebentar saja
Hanya sekedar melepas lelah
Hingga ada sebuah tangan meraih pundakku
Kuat, tapi tetap terasa bersahabat
Aku ingin pergi dari sana
Tapi,
Tapi dia tersenyum padaku
Menjabat tanganku
Bertanya aku darimana hendak kemana
Jadi aku jawab saja sekenanya
Dia menarik tanganku
Mengajakku ikut berbaur dalam keramaian aneh itu
Aku ingin menolak
Mencoba berlari sejauh yang aku bisa
Terlambat!
Mereka saling menyapa seakan satu saudara

I Wayan bicara Bali
Aku tak mengerti
Subrata bicara Jawa
Kami terkesima
Poltak bicara Medan
Mereka heran
Matulessi bicara Madura
Semua tertawa

Tertawa!

Sejenak aku berpikir
Ternyata perbedaan indah adanya
Jadi kenapa berlari menghindarinya?
Tidak akan lagi!
Aku berjanji pada diriku sendiri

September 22, 2010

Pretty Little Girl

“Mom, can ask you something?” the little girl walks closer to her mom.
“Yeah, pumpkin, what do you want me to answer?” the mother rubs her daughter’s hair softly.
“Am I ugly?” the little girl asks while starring at her mom, waiting an answer.
“No, you are not.” The mother shocks, then pulls her daughter to sit on her lap. She kisses her daughter both cheeks, then asks in soft voice, “why did you even ask that?”
“So, this morning my friend said that I wasn't pretty and I didn't fit to be Cinderella for next week show,” told the little girl.
“You are the most beautiful girl in the world, darling. Mom loves you. Do not let anyone else make you think otherwise. Okay?”
“Okay, mom,” the little girl smiles brightly.
"You are one little pretty girl." Once again the mother kisses her daughter’s left cheek. “I love you,” she continues, then kisses the right cheek which is fully covered with birthmark.

September 21, 2010

i want to be somewhere else

i want to be somewhere else

thought everybody was against me

all those judging eyes

and sadness turn into melancholy


i never gave an honest answer

i did make a lot of stupid mistake

are we done now?

tired of people being fake


all this bitterness is starting to grow cold

embedded into empty feeling

hanging onto complications

sometimes quick sand has a massive appeal, at least to me


i really want to be somewhere else

August 22, 2010

sewajarnya

cintaiku aku sewajarnya,
hingga dalam dekapmu aku tak merasa sesak



first love

never would have I thought
a boy with a cheeky smile
made my teenage life felt a lot more colorful
remarkable chapter to visit inside my head
inspiring me to write
for that, I'm eternally grateful
x

August 4, 2010

My First Sweet Heart My First Broken Heart


Pintu gerbang nyaris ditutup saat aku berlari turun dari mobil ayah. Tentu saja aku nggak mau masuk BP untuk kedua kalinya. Berhasil. Aku mempercepat langkah untuk segera masuk ke kelas. Semoga saja aku nggak keduluan Bu Yuni masuk ke kelas, guruku yang satu itu sedikit mengerikan kalau menghukum muridnya yang telat masuk kelas sebelum dia. Kelas sudah ramai ketika aku masuk ke kelas, ternyata Bu Yuni nggak masuk. Berhasil lagi. Segera saja aku menuju bangkuku.
”Val, kamu tau nggak si Ayu tuh sekarang terang-terangan ngedeketin si Abi. Kamu kudu cepet-cepet bertindak!” Bisik Dira sedikit teredam oleh suara kelas yang lebih mirip pasar.

winter night

making love in a winter night almost like an invitation to a far away dreamland looking at a pair of moonlight eyes swelling heart i feel