"Many people walk in and out of your life,
but only true friends that leave footprints in your heart"
Teman, atau bisa disebut sahabat, adalah orang-orang yang selalu berada di sekitar kita. Bukan hanya secara fisik, tapi lebih ke arah kedekatan emosional. Mereka itu seperti malaikat tanpa sayap yang diutus oleh Tuhan dalam wujud manusia untuk menemani setiap langkah dalam hidup kita. Sahabat bagai saudara tanpa ikatan darah, laksana guru tanpa petuah-petuah sendu.
![]() |
"Love is like a war. It is easy to start,
but very difficult to end."
Cinta.. Memang belum ada yang bisa mendeskripsikan cinta secara tepat, setiap orang mempunyai persepsi sendiri-sendiri. namun yang jelas dunia memanglah terasa lebih indah dengan adanya cinta. Mempunyai pasangan, dalam hal ini yang saya bicarakan adalah pacar, bisa dikatakan merupakan salah satu kebutuhan manusia. Bukan maksud menggalaukan, uhm maaf, para jomblo tetapi dengan mempunyai pasangan memang seseorang bisa lebih mengalami beragam pengalaman secara emosi. Orang kasmaran memang selalu merasa dunia sangat indah.
![]() |
Sekarang problematikanya adalah, bagaimana bila seseorang dihadapkan dalam suatu pilihan. Love or Friends? Pacar atau teman, manakah yang akan kamu pilih? Pertanyaan tersebut cukup kamu jawab dalam hati saja. Sesungguhnya dilema tersebut sering terjadi di antara kita, entah kita mengalaminya sendiri atau orang-orang terdekat kita. Pertanyaan simple tersebut bisa jadi rumit dikarenakan banyaknya jawaban serta spekulasi-spekulasi yang diutarakan oleh sang penjawab.
Misalnya saja, seorang jomblo pasti akan menjawab bahwa dia lebih memilih teman. Hal ini sangatlah wajar karena hari-harinya pasti lebih banyak dihabiskan bersama teman-temannya. Coba kita bayangkan, jikalau dia sudah memiliki pacar, katakanlah hampir sempurna sesuai dengan kriterianya, apakah dia masih bisa menjawab pertanyaan tadi seperti semula? I don’t think so. Soalnya banyak kan tuh ya kasus jomblo sok-sok ngatain lebay ke orang yang lagi kasmaran, tapi giliran dia yang ngalamin juga sama aja. Hih!
Misalnya saja, seorang jomblo pasti akan menjawab bahwa dia lebih memilih teman. Hal ini sangatlah wajar karena hari-harinya pasti lebih banyak dihabiskan bersama teman-temannya. Coba kita bayangkan, jikalau dia sudah memiliki pacar, katakanlah hampir sempurna sesuai dengan kriterianya, apakah dia masih bisa menjawab pertanyaan tadi seperti semula? I don’t think so. Soalnya banyak kan tuh ya kasus jomblo sok-sok ngatain lebay ke orang yang lagi kasmaran, tapi giliran dia yang ngalamin juga sama aja. Hih!
Sebaliknya, jikalau pertanyaan tadi kita berikan kepada muda-mudi yang sedang kasmaran tentulah dia dengan yakinnya akan menjawab bahwa dia lebih memilih pacarnya. Tapi bukankah setiap hubungan pasti mendapat cobaan? Saat mereka putus atau paling tidak sedang marahan dengan sang pacar, kemanakah mereka beradu kalau tidak kepada teman-temannya. Kalau udah nggak punya teman lagi sih mungkin paling jauh nangis sendirian di kamar. Kasian.
Sesungguhnya kita tidak akan pernah bisa memilih antara pacar atau teman. Kenapa? Karena keduanya mempunyai porsi masing-masing di hati kita, keduanya harus seimbang sehingga suatu saat kita tidak dihadapkan dalam pilihan sulit yang mengharuskan kita menimbang-nimbang manakah yang lebih penting.
Jadi semua bukanlah tentang pilihan, tapi lebih condong ke bagaimana kita bisa 'mendamaikan' pacar dan teman kita. Sebagai pacar janganlah terlalu posesif, sebagai teman juga janganlah terlalu egois. Life is an option, tetapi pilihannya bukan hanya Ya dan Tidak, melainkan juga bagaimana caranya kita menangani pilihan itu sendiri. Begitu halnya jika kita dihadapkan pada suatu pilihan pacar atau teman, tugas kitalah yang harus membuat mereka lebih mengerti.
Gitu.
No comments:
Post a Comment