Tibalah aku di sebuah bangsa
Entahlah,
Katanya sih, namanya Indonesia
Aku
berhenti sejenak terpukau membahana
Terbentang
alam begitu indah nan mempesona
Sekumpulan manusia beribadah di sebuah pura
Aku
putuskan untuk pergi saja
Aku
berlari
Aku
tak terlalu nyaman dengan perbedaan agama
Setelah
beberapa langkah
Aku
kembali tertegun lama
Ada
dua orang bertetangga
Satu
berdialek lembut dan halus berirama
Satu
lagi keras dan tinggi bergema
Hey,
negara macam apa ini?
Bagaimana
bisa perbedaan begitu terlihat rupa
Aku
berlari
Berlari
tanpa henti
Menerobos
arak-arakan manusia
Berbusana
bermacam-macam daerah
Mereka
saling memeluk dan tertawa
Ada
apa ini?
Mengapa
mereka begitu mengenal satu sama lain?
Bukankah
itu terlihat mengerikan?
Huhh!
Aku
berlari lagi
Kali
ini aku tak akan berhenti
Tapi
toh aku lelah juga
Sebentar
saja
Hanya
sekedar melepas lelah
Hingga
ada sebuah tangan meraih pundakku
Kuat,
tapi tetap terasa bersahabat
Aku
ingin pergi dari sana
Tapi,
Tapi
dia tersenyum padaku
Menjabat
tanganku
Bertanya
aku darimana hendak kemana
Jadi
aku jawab saja sekenanya
Dia
menarik tanganku
Mengajakku
ikut berbaur dalam keramaian aneh itu
Aku
ingin menolak
Mencoba
berlari sejauh yang aku bisa
Terlambat!
Mereka
saling menyapa seakan satu saudara
I
Wayan bicara Bali
Aku
tak mengerti
Subrata
bicara Jawa
Kami
terkesima
Poltak
bicara Medan
Mereka
heran
Matulessi
bicara Madura
Semua
tertawa
Tertawa!
Sejenak
aku berpikir
Ternyata
perbedaan indah adanya
Jadi
kenapa berlari menghindarinya?
Tidak
akan lagi!
Aku
berjanji pada diriku sendiri