Setelah sarapan pagi bersama istri dan anak-anakku, aku membaca koran di ruang santai keluarga. Sesasaat kemudian, ada seseorang yang memencet bel pagar depan. Istriku yang duduk di sebelahku dengan sigap berdiri, tetapi kuhentikan memberi isyarat padanya untuk duduk lagi.
Dengan langkah gontai aku menuju ruang tamu dan membuka pintu. Segera kuhampiri sosok yang berdiri di balik pagar rumahku yang setengah terbuka. Dari dekat kulihat seorang pria tua yang kemungkinan berusia 70 tahunan dengan tahi lalat di dagunya membawa sebuah kardus persegi panjang berukuran sedang. Pria tua itu tersenyum ramah padaku.
“Bapak mencari siapa?” tanyaku dengan sopan.
“Benar ini rumah pak Adrian?” jawabnya masih dengan senyum ramah terhias di wajahnya. Entah kenapa senyum itu mengingatkanku pada seseorang di masa lalu.
May 9, 2017
Setangkai Ilalang Terakhir
February 18, 2017
disaster
she’s a storm
he comes like a thunder
together, they create a perfect match
but also a disaster
November 8, 2013
Perjalanan Jauh Menuju Ikhlas
Dulu bisa dibilang, aku tuh pede banget menyebut diriku itu gampang ikhlas. Eww, banget ya? Haha tapi ya gitu deh. Kalo bantu temen ya musti tulus, nggak berharap apa-apa soalnya ya seneng aja gitu bisa bantu. Liat temen senyum dan berterima kasih aja menurutku udah lebih dari cukup. Selama mampu, kalau ada temen minta tolong insya Alloh akan selalu bersedia membantu.
Nah, tapi ternyata selama ini aku salah banget memaknai antara tulus dan ikhlas. Jauuuuuh banget bedanya. Iya, sejauh mata memandang di situ aku melihat kamu. #apasih -___-
November 6, 2013
Kamu Jelek?
Ide nulis topik pembicaraan blog kali ini adalah karena nggak berapa lama waktu lalu, aku sempet beberapa kali punya diskusi menarik tentang guyonan fisik. Entah itu sekedar candaan bilang jelek, atau menertawakan (maaf) kekurangan fisik orang. So I’ve come to a question, sebenarnya gimana sih definisi jelek?
May 19, 2013
Stranger
So down to baggage claim I went, twenty minutes at the carousel before it finally started to begin the slow dispersion of luggage. I had my notebook with me already, of course, and only had two small pieces of luggage, which after another ten minutes had dropped on to the carousel and was making its way towards me. The tall brown-haired man was smiling at me and I remembered what I had on—I was going to have to be careful not to give a show. I was distracted enough and so uneasy under his steady gaze that my luggage passed me by. I carefully dipped down and collected my first piece when a man I’d noticed before was suddenly next to me lifting my second piece.
March 11, 2013
Jalan
Saat itu yang ada di pikiranku hanyalah berlari sekencang mungkin, tak tau arah dan tujuan. Entah kemana langkah kaki ini membawaku melangkah, hingga akhirnya aku menemukan cahaya itu--cahaya yang menuntunku ke ujung jalan terang dan aku mulai mengenal suasana di sekelilingku.
Aku mendengar suara burung-burung kecil yang biasa menyapaku setiap pagi, hatiku terasa tenang sesaat. Di ujung jalan juga ada kursi kayu tua dan sebuah biola berwarna hitam. Biola itu hadiah dari ayah di hari ulang tahun Adikku Mely yang ke tujuh, ayah tahu betul bakatnya dalam bermain musik. Setiap sore Mely selalu memainkannya untukku, dia selalu berusaha membuatku tersenyum dengan senar merdunya.
Tombol Merah
Di perempatan jalan aku terdiam, menunggu datangnya perintah sang ilahi—paling tidak itulah kata komandanku. Aku gemetar sekali, aku bahkan tak sanggup untuk berjalan lagi. Kuputuskan untuk berhenti di belakang sebuah kios kecil penjual minuman bersoda.
“Minum, mas?” tanya seorang pria muda―mungkin seumuran denganku, sepertinya dia kasihan melihatku bersimbah keringat.
Cukup lama dia menunggu responku, aku menggeleng pelan. Entah kenapa aku ragu untuk mengeluarkan suara. Rasanya satu saja suara keluar dari mulutku, semua orang akan langsung tahu siapa aku. mungkin memang aku terlalu gelisah. Ya, mungkin saja.
Subscribe to:
Posts (Atom)
winter night
making love in a winter night almost like an invitation to a far away dreamland looking at a pair of moonlight eyes swelling heart i feel
-
she’s a storm he comes like a thunder together, they create a perfect match but also a disaster
-
Ide nulis topik pembicaraan blog kali ini adalah karena nggak berapa lama waktu lalu, aku sempet beberapa kali punya diskusi menarik tentan...
-
Saat itu yang ada di pikiranku hanyalah berlari sekencang mungkin, tak tau arah dan tujuan. Entah kemana langkah kaki ini membawaku m...